REFLEKSI
MENYUSUN MODUL AJAR
BERDIFERENSIASI
Proses pembelajaran adalah kegiatan yang membelajarkan peserta didik, sehingga perlu perencanaan yang matang. Dalam hal ini penyusunan modul ajar sangat penting diperhatikan. Modul ajar merupakan strategi dalam kegiatan belajar mengajar yang dirancang oleh guru sebagai langkah-langkah untuk membelajarkan peserta didik.

Karena modul ajar merupakan stategi pembelajaran, maka dalam pembutannya perlu memperhatikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang menjadi subyek dalam pembelajaran. Yang perlu diingat adalah:
1. Setiap anak adalah unik
2. Kemampuan dasar anak yang berbeda-beda
3. Anak memiliki kemampuan dasar kodrati
4. Guru adalah pemimpin dalam pembelajaran.
Untuk itu guru perlu melakukan analisis diagnostik, agar apa yang akan direncanakan dapat sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam mengembangkan modul ajar perlu diperhatikan karakteristik dan kemampuan dasar peserta didik, untuk itu disusunlah modul ajar berdiferensiasi. Modul ajar berdiferensiasi, meliputi:
1. Diferensiasi konten,
Diferensiasi konten merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kebebasan peserta didik untuk mengakses konten materi sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik.
2. Diferensiasi proses,
Diferensiasi proses menyangkut cara atau teknik yang digunakan peserta didik untuk mengakses materi. Dalam kegiatan diferensiasi proses maka diperlukan sarana dan prasarana pembelajaran sesuai dengan gaya belajar peserta didik, yaitu gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.
3. Diferensiasi produk.
Sedangkan diferensiasi produk memberikan peluang peserta didik untuk menyampaikan hasil belajar mereka kedalam berbagai bentuk produk hasil belajar. Sebagai contoh hasil belajar dapat diungkapkan kedalam berbagai bentuk media, antara lain; youtube, voice, gambar, mind map (peta konsep), tulisan esai dan sebagainya.(Wibowo, S.Pd., M.Si.)
2. Kemampuan dasar anak yang berbeda-beda
3. Anak memiliki kemampuan dasar kodrati
4. Guru adalah pemimpin dalam pembelajaran.
Untuk itu guru perlu melakukan analisis diagnostik, agar apa yang akan direncanakan dapat sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Dalam mengembangkan modul ajar perlu diperhatikan karakteristik dan kemampuan dasar peserta didik, untuk itu disusunlah modul ajar berdiferensiasi. Modul ajar berdiferensiasi, meliputi:
1. Diferensiasi konten,
Diferensiasi konten merupakan kegiatan pembelajaran yang memberikan kebebasan peserta didik untuk mengakses konten materi sesuai dengan tingkat pemahaman peserta didik.
2. Diferensiasi proses,
Diferensiasi proses menyangkut cara atau teknik yang digunakan peserta didik untuk mengakses materi. Dalam kegiatan diferensiasi proses maka diperlukan sarana dan prasarana pembelajaran sesuai dengan gaya belajar peserta didik, yaitu gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik.
3. Diferensiasi produk.
Sedangkan diferensiasi produk memberikan peluang peserta didik untuk menyampaikan hasil belajar mereka kedalam berbagai bentuk produk hasil belajar. Sebagai contoh hasil belajar dapat diungkapkan kedalam berbagai bentuk media, antara lain; youtube, voice, gambar, mind map (peta konsep), tulisan esai dan sebagainya.(Wibowo, S.Pd., M.Si.)
Mengajar perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak
ReplyDelete