MENUJU SEKOLAH MERDEKA
Dalam Undang-Undang no. 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional (sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Proses pembelajarannya dilakukan secara aktif untuk mengembangkan potensi diri peserta didik sesuai dengan bakat dan kemampuannya.
Menuju Sekolah Merdeka
Di dalam kurikulum merdeka, pendidik diberikan keleluasaan untuk menciptakan pembelajaran berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan peserta didik. Dasar pengajarannya menerapkan sistem pembelajaran Ki Hajar Dewantara yang berorientasi kepada anak, untuk kepentingan anak dan mimpi-mimpi anak. Karena dari merekalah diharapkan tumbuh peradaban besar yang memiliki akar karakter yang kuat.
Untuk itu konsep pengembangannya didasarkan atas kecerdasan majemuk, dimana setiap anak adalah CERDAS dibidangnya masing-masing. Jangan ajari anak ayam untuk terbang seperti burung walaupun punya sayap. Begitu juga jangan ajari anak burung untuk berkokok, karena anak burung memiliki jenis suaranya sendiri yang merdu.
Dengan mengacu kepada kecerdasan majemuk (lihat video berikut), maka sistem pembelajaran di sekolah berorientasi kepada pengembangan kemampuan anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat jamannya.
Pengembangan Kemampuan Anak
Mengacu pada pendidikan Ki Hajar Dewantara, maka pengembangan kemampuan anak disesuaikan dengan bakat alam yang dimiliki. Dimana berdasarkan pengelompokan kecerdasan majemuk, terdapat kecerdasan bawaan anak, antara lain; kecerdasan musikalis, kecerdasan linguistik, kecerdasan kinestetik, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan matematik, kecerdasan visual-sparsial, dan kecerdasan naturalis.
Dalam proses pembelajaran seorang guru, harus paham dengan kecerdasan yang dimiliki anak. Untuk itu dalam menyampaikan materi disesuaikan dengan bakat yang dimiliki anak. Melalui kecerdasan majemuk yang dimiliki anak, materi pelajaran itu disampaikan. Sehingga anak akan lebih mudah memahami materi pelajaran tersebut.
Comments
Post a Comment