SMP KESATRIAN 1 MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE

 

MENGAPA SMP KESATRIAN 1 SEMARANG MEMILIH STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE?

Ning Mulyati, S.Pd.

Pembelajaran berbasis multiple intelligence (MI) adalah pendekatan dalam dunia pendidikan yang mengakui bahwa setiap individu memiliki kecerdasan yang beragam dan unik. Konsep ini dikemukakan oleh Howard Gardner dalam teori kecerdasan ganda yang telah disebutkan sebelumnya. Pendekatan ini menekankan bahwa kecerdasan tidak hanya diukur melalui kemampuan akademis seperti kecerdasan verbal dan matematis, tetapi juga melalui berbagai bentuk kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan sebagainya.

Prinsip utama pembelajaran berbasis multiple intelligence adalah menghormati keberagaman individu dan mengakui bahwa setiap orang memiliki cara unik dalam belajar dan memahami dunia. Dengan memahami dan mengidentifikasi kecerdasan utama dari masing-masing siswa, pendekatan ini memungkinkan guru untuk menyusun strategi pengajaran yang lebih relevan dan efektif.

Berikut adalah beberapa poin penting dalam pembelajaran berbasis multiple intelligence:
  1. Identifikasi kecerdasan utama: Guru harus berusaha mengidentifikasi kecerdasan utama dari masing-masing siswa melalui pengamatan, interaksi, dan pengujian yang relevan. Dengan demikian, guru dapat memahami cara terbaik untuk menyajikan materi dan menyesuaikan metode pengajaran agar sesuai dengan kecerdasan individu.
  2. Penggunaan pendekatan bervariasi: Dalam pembelajaran berbasis multiple intelligence, guru harus menggunakan berbagai pendekatan dan strategi pembelajaran yang berbeda untuk mengakomodasi keberagaman kecerdasan siswa. Misalnya, menggunakan cerita atau lagu untuk mengajar konsep matematika atau mengenalkan pembelajaran kinestetik dengan melibatkan aktivitas fisik.
  3. Kombinasi kecerdasan dalam pengajaran: Idealnya, pendekatan ini tidak membatasi pembelajaran hanya pada satu jenis kecerdasan. Sebaliknya, guru dapat menggabungkan berbagai kecerdasan dalam pengajaran untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih holistik dan memuaskan.
  4. Pembelajaran kolaboratif: Pendekatan ini juga dapat didukung oleh pembelajaran kolaboratif, di mana siswa dengan kecerdasan berbeda dapat bekerja sama dalam memecahkan masalah atau menyelesaikan proyek, saling melengkapi, dan belajar satu sama lain.
  5. Penilaian yang beragam: Dalam penilaian pembelajaran, guru harus menggunakan berbagai bentuk evaluasi yang mengakomodasi kecerdasan yang berbeda. Ini memungkinkan siswa untuk menunjukkan pemahaman mereka melalui cara-cara yang sesuai dengan kecenderungan kecerdasan masing-masing.
Penerapan pembelajaran berbasis multiple intelligence bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, memotivasi, dan sesuai dengan kebutuhan individu. Dengan mengakui dan menghargai beragam kecerdasan, pendekatan ini dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan dan memungkinkan setiap siswa mencapai potensi maksimal dalam proses belajar-mengajar.

Pembelajaran berbasis multiple intelligence (inteligensi ganda) menjadi relevan dan penting karena setiap individu memiliki kecerdasan yang beragam dan unik. Teori kecerdasan ganda dikemukakan oleh Howard Gardner pada tahun 1983 dan menyatakan bahwa kecerdasan tidak hanya terbatas pada kemampuan akademis atau kecerdasan verbal-matematis. Gardner mengidentifikasi beberapa jenis kecerdasan yang berbeda, termasuk kecerdasan linguistik, logika-matematis, visual-ruang, kinestetik-tubuh, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalis.

Berikut beberapa alasan mengapa pembelajaran berbasis multiple intelligence menjadi perlu:
  1. Menghargai keberagaman individu: Setiap siswa memiliki kombinasi kecerdasan yang berbeda. Dengan mengadopsi pendekatan multiple intelligence, guru dapat mengakui dan menghargai keberagaman ini dan memberikan kesempatan bagi semua siswa untuk berkembang sesuai dengan potensi mereka masing-masing.
  2. Meningkatkan motivasi dan partisipasi: Ketika siswa dapat belajar melalui kecerdasan yang sesuai dengan minat dan bakat mereka, mereka cenderung lebih termotivasi dan terlibat dalam proses pembelajaran. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik bagi siswa, sehingga membantu meningkatkan partisipasi mereka dalam kelas.
  3. Meningkatkan pemahaman: Dengan menggunakan berbagai pendekatan yang berbasis pada kecerdasan ganda, guru dapat memberikan materi pelajaran dengan cara yang berbeda-beda. Hal ini membantu siswa untuk memahami konsep secara lebih mendalam karena mereka diberikan kesempatan untuk melihatnya dari berbagai sudut pandang.
  4. Mengembangkan potensi secara menyeluruh: Siswa memiliki potensi yang beragam dalam berbagai bidang kecerdasan. Dengan memanfaatkan multiple intelligence, sekolah dapat memberikan pendekatan pendidikan yang komprehensif dan menyeluruh sehingga setiap siswa dapat mengembangkan potensi mereka di berbagai bidang.
  5. Meningkatkan kepercayaan diri: Ketika siswa berhasil belajar dan berkembang dalam bidang kecerdasan tertentu, hal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka. Siswa akan menyadari bahwa mereka memiliki kelebihan di berbagai aspek kehidupan dan belajar, sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.
  6. Persiapan untuk kehidupan nyata: Dalam kehidupan nyata, kita sering dihadapkan pada berbagai tugas dan masalah yang memerlukan pemahaman dan penerapan beragam kecerdasan. Pembelajaran berbasis multiple intelligence membekali siswa dengan keterampilan dan kemampuan yang relevan untuk mengatasi tantangan tersebut.
Dalam menyusun pembelajaran berbasis multiple intelligence, penting bagi guru untuk mengidentifikasi kecerdasan utama dari masing-masing siswa dan menyusun strategi pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan minat mereka. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih inklusif, bervariasi, dan mampu mengakomodasi keberagaman individual siswa, membantu mereka mencapai potensi maksimal dalam proses belajar-mengajar.

Comments

Kunjungan

Flag Counter