KISAH PENYIHIR DAN MAWAR BIRU

 

Kisah Penyihir dan Mawar Biru

Oleh Aurora Ervandi



Dahulu kala ada anak bernama Alexi ia sangat menyukai sihir. 

Dia seringkali membicarakan tentang sihir dengan keluarganya, padahal dia tidak didengarkan. Alexi adalah anak bungsu dari 3 bersaudara, dan hanya dia juga yang mempercayai sihir.  “Ayolah Alexi sihir itu tidaklah nyata berhenti membahasnya” kata kakak perempuan Alexi.


Alexi mencoba belajar sihir tapi dia tidak bisa. Karena tidak bisa akhirnya dia pergi ke dalam hutan dengan perasaan sedih dan bertemu sebuah mawar biru. Dia sebenarnya sedikit terkejut karena mawar itu berwarna biru, mawar itu berkata “Mengapa kamu bersedih?” Tanya mawar itu kepada Alexi “Aku sedih karena keluargaku tidak mempercayai sihir” Jawab Alexi dengan sedih. Mawar biru yang merasa bersimpati akhirnya menawarkan bantuan agar Alexi bisa menjadi penyihir dengan cara Alexi harus mengambil satu kelopak bunga milik mawar biru itu.

Setelah mengambil kelopak itu Alexi berterima kasih dan membawa pulang kelopak tersebut. Saat malam hari tiba cahaya di kelopak itu menyelimuti diri Alexi dan memberinya kekuatan “Wah! kelopak ini memberiku kekuatan untuk menjadi penyihir” Kata Alexi dengan kagum.

Setelah 20 tahun Alexi sekarang sudah menjadi penyihir yang terkenal bahkan semua orang mulai mempelajari sihir, tapi dia teringat mawar yang telah membantunya “Aku ingin menemuinya lagi apakah dia masih mengingatku?” Tanya Alexi pada dirinya sendiri. Akhirnya Alexi mencoba kembali ke hutan yang sama untuk mencari mawar itu tapi dia kesulitan untuk mencarinya karena dia lupa dimana tempat terakhir dia bertemu mawar itu. Akhirnya Alexi menyerah dan lagipula hari sudah mulai gelap.

Esoknya dia kembali lagi dan bertemu seorang peri “Apa yang kamu perlukan di hutan ini?” Tanya peri itu dengan waspada “Aku sedang mencari mawar biru” Jawab Alexi dengan sedih “Mungkin aku bisa membantu untuk menemuinya, tapi dengan berbagai syarat dan pilihan” Jawab peri itu dengan ramah. “Apa syaratnya dan pilihannya” Tanya Alexi penasaran, “Kamu harus mengikuti peraturan di hutan ini, itu syaratnya” Kata peri itu dengan nada serius. “Apa pilihannya?” Tanya Alexi ikut serius “Kamu harus memilih antara pertandingan atau teka-teki” jawab Sang Peri. “Oke, aku akan memilih teka-teki” Jawab Alexi dengan penuh percaya diri. “Pilihan yang bagus, aku akan memberikan 3 soal saja”

Alexi merasa sedikit gugup tapi dia sangat ingin bertemu dengan Mawar biru tersebut sehingga ia akan berusaha. “Aku akan mulai pertanyaan pertama” Kata peri itu dengan serius. “Aku sudah siap” jawab Alexi tegas, “Pertanyaan pertama, semakin banyak kamu mengambil, semakin banyak yang tersisa. Apakah itu?” Tanya peri. Alexi mulai berpikir keras tapi dia ingat saat masih kecil dia dengan kedua kakaknya pernah bermain teka-teki sehingga Alexi bisa menjawabnya “Tentu saja sidik jari!” Jawab Alexi dengan cepat. “Kamu benar! sekarang lanjut ke soalan kedua” Kata peri dengan bersemangat. “Aku siap!” Kata Alexi dengan semangat membara “Pertanyaan kedua, Apa yang bila diisi tidak menjadi berat tetapi menjadi ringan?” Tanya peri itu dengan percaya diri. “Hmm, balon?” Jawab Alexi dengan tidak yakin “Jawaban yang tepat!” Kata peri itu “Bersiap untuk pertanyaan terakhir” Sambung peri itu.

Alexi kembali serius dan mempersiapkan otaknya agar bisa menjawab soalnya dengan tepat. “saat pagi berkaki 4, saat siang berkaki 2, dan saat malam berkaki 3. Apakah aku?” Tanya peri. Alexi berpikir keras dan mencoba memahami kembali soal tersebut “jawabannya adalah manusia! karena berkaki 4 berarti mereka masih bayi, berkaki 2 saat sudah dewasa, dan berkaki 3 saat sudah tua” Jawab Alexi dengan sangat yakin. “Jawaban yang sangat bijak! sebagai hadiah aku akan membawamu langsung ke Mawar biru tersebut” Menuntun Alexi ke tempat Mawar biru itu berada, Alexi sangat gugup karena ia takut mawar itu melupakannya “Mawar biru, aku sudah bawakan orang yang pernah kamu tolong dulu” Mawar itu berbalik dan berubah menjadi seorang pemuda tampan dengan tanda mawar biru di sisi kanan lehernya “Alexi...Akhirnya aku bisa menemuimu lagi” Kata Mawar biru itu dengan mata yang terlihat begitu merindukan Alexi “Aku juga merindukanmu dan juga ingin berterima kasih karena telah membantuku menjadi peyihir yang sangat ku impikan” Kata Alexi dengan rasa terima kasih.

“Oh iya, namaku Michel” Singkat Michel “Kamu seharusnya memberi tahu sejak lama” Balas Alexi dengan senyum khasnya “Mulai sekarang kita akan terus berteman dan tidak ada yang bisa membuat kita berpisah” Janji Michel kepada Alexi dan mereka hidup bahagia selamanya.

 

-Tamat-

Comments

  1. Jalan ceritanya menarik, sederhana, tp mudah dipahami..terus berkarya..dan jangan patah semangat

    ReplyDelete
  2. Pemilihan karakter mawar biru bagus bgt jd memberikan tema fantasi yg kuat. Alur cerita runut dan jelas. Good job!

    ReplyDelete
  3. Setelah dibaca beberapa kali jujur aja, cerpen ini udah keren banget idenya, ada nuansa fantasi yang bikin seru untuk dibaca saat santai. Tapi menurutku, karakter Alexi bisa kamu gali lebih dalam lagi biar emosinya lebih terasa dan pembaca lebih nyambung sama perjalanannya. Transisi antar adegan juga masih agak lompat², coba dibuat lebih halus atau diperjelas biar alurnya ngalirnya lebih enak. Overall, aku suka konsepnya, tinggal dipoles sedikit pasti makin kuat ceritanya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Kunjungan

Flag Counter